Materi Tentang Pemisahan Campuran

Materi Tentang Pemisahan Campuran

Pemisahan Campuran – Pada umumnya zat di alam ditemukan dalam bentuk campuran atau senyawa. Untuk men-dapatkan suatu zat dalam bentuk murni, maka harus dilakukan pemisahan. Pemisahan dapat dilakukan tergantung jenis dan ukuran zat tersebut.
 
http://www.dunia-mulyadi.com/2017/09/materi-tentang-pemisahan-campuran.html
 

Jenis-jenis dan Dasar Pemisahan Campuran

1. Filtrasi (Penyaringan)
Teknik penyaringan ini berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel, sehing-ga digunakan untuk memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat penyusunnya berbeda. Hasil pemisahan zat dengan cara penyaringan ditentukan oleh :
a. tingkat kerapatan alat penyaring.
b. ukuran partikel zat yang disaring.
c. jenis zat yang disaring.
Prinsip dasar penyaringan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan se-hari-hari seperti pada penjernihan air kotor, industri kecap, industri tahu dan susu kedelai, industri sirop, industri tepung kanji, dan pemisahan antara gas oksigen dan nitrogen.
 2. Distilasi (Penyulingan)
Prinsip distilasi adalah menguapkan suatu zat kemudian mengembunkan kembali. Distilasi dapat dilakukan karena adanya perbedaan titik didih antara zat-zat yang terkandung dalam larutan. Prinsip distilasi banyak dimanfaatkan dalam industri minyak, pembuatan air murni, pembuatan minyak kayu putih, dan minyak atsiri.
3. Evaporasi (Penguapan)
Dasar pemisahan dengan cara eva-porasi adalah perbedaan kemampuan menguap dari zat-zat dalam larutan. Kecepatan penguapan dipengaruhi oleh luas permukaan wadah. Semakin
luas permukaan wadah maka semakin cepat penguapannya. Pemisahan zat dengan penguapan biasanya untuk mendapatkan zat padat yang larut dalam zat cair. Prinsip dasar pemisahan dengan cara penguapan ini dimanfaatkan petani garam. Mereka membendung air laut, kemudian menguapkannya dengan memanfaatkan panas cahaya mata-hari.

4. Sublimasi
Pemisahan zat dengan sublimasi adalah pemisahan zat dari campur-annya dengan cara memanaskan cam-puran sehingga zat yang diinginkan menyublim. Digunakan untuk memisahkan zat padat dalam zat padat. Contohnya pemisahan iodium dengan campurannya.

5. Kromatografi
Prinsip dasar kromatografi adalah memisahkan zat terlarut berdasarkan perbedaan kelarutannya dalam zat pelarut. Setiap zat kimia mempunyai kece-patan perambatan yang berbeda-beda pada kertas kromatografi sesuai sesuai kelarutannya dalam pelarut tertentu. Metode kromatografi ini sangat ber-guna untuk memisahkan dan meng-identifikasi zat-zat kimia dalam jum-lah sedikit. Misalnya zat pewarna ma-kanan, herbisida, dan pestisida yang terdapat dalam buah dan sayur.

6. Ekstraksi
Pemisahan dengan cara ekstraksi didasarkan pada perbedaan kelarutan zat dalam pelarut.
Ada dua jenis pelarut, yaitu :
a. Pelarut polar
Pelarut yang dapat larut atau bercampur dengan air.
Contoh : air dan alkohol
b. Pelarut non polar
Pelarut yang dapat larut atau bercampur dengan minyak atau lemak. Contoh : eter dan aseton.
 
Materi Selengkapnya :
 
http://nurmungil.com/wp-content/uploads/2014/06/Pemisahan-Campuran.doc
 


Demikianlah Artikel Materi Tentang Pemisahan Campuran

Sekian artikel Materi Tentang Pemisahan Campuran kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Materi Tentang Pemisahan Campuran dengan alamat link http://www.dunia-mulyadi.com/2017/09/materi-tentang-pemisahan-campuran.html

0 Response to "Materi Tentang Pemisahan Campuran"

Post a Comment

Terimakasih atas Kunjungannya serta Komentarnya.....Jangan Lupa Like and Sharenya Thanks......