Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21

Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21 - Hallo sahabat DUNIAKU BERBAGI ILMU, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel ARTIKEL IPTAQ, Artikel PENG UMUM, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21
link : Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21

Baca juga


Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21

Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21 - Abad ke 21 bakal menyaksikan dunia penuh tantangan. Ini ada kaitannya dengan pergerakan ekonomi dunia menuju globalisasi serta kehadiran kemajuan teknologi informasi. Globalisasi menekankan kepada konsep perdagangan yang melampaui batasan batas geografis suatu negara. Ini berarti, perusahaan asing bebas untuk berinvestasi dan melakukan kegiatan bisnis di negara ini. Begitu juga dengan perusahaan dari Malaysia. Mereka bisa berinvestasi dan melakukan bisnis di negara lain. Fenomena ini sudah terjadi dengan perusahaan lokal mulai menjelajahi pasar negara berkembang yang lain seperti di Afrika. Dalam menghadapi tantangan ini, rakyat Malaysia harus melengkapi diri, terutama di bidang teknologi informasi, agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja lokal atau internasional.


Ini membutuhkan setiap rakyat Malaysia untuk terus berusaha meningkatkan tingkat ilmu yang dimilikki. Sebagai seorang manusia kita selalu dibayangi dengan sifat serba kekurangan. Ini termasuk penguasaan ilmu. Hanya Allah s.w.t. saja yang serba mengetahui sebagai mana firmanNya, "Sesungguhnya Allah mengetahui setiap sesuatu." (al-Ankabut: 62). Jadi, proses peguasaan ilmu tidak ada habisnya bagi seorang manusia. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Dua hal yang tidak memuaskan yaitu menuntut ilmu dan menuntut dunia." (HR Ibnu 'Addi). Rasulullah s.a.w. juga ada bersabda tentang perihal pentingnya ilmu kepada manusia, "Barangsiapa yang menghendaki dunia, hendaklan berilmu. Siapa yang menghendaki akhirat, harus berilmu dan siapa yang menghendaki keduanya, harus berilmu. "Sesungguhnya orang-orang yang berilmu memiliki posisi yang tinggi sebagai mana firman Allah saw," Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (dari kalangan kamu) - beberapa derajat. "(al-Mujadalah: 11). Perlu dipahami bahwa ilmu agama dalam Islam mencakup semua ilmu yang membawa kepada kebaikan dan tidak selalu terbatas pada bidang yang terkait dengan keagamaan saja. Bagi orang-orang yang tidak mau belajar, Allah swt menunjukkan kemurkaanNya melalui ayat berikut, "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang memiliki hati (tetapi) tidak ingin memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (bukti keesaan Allah) dan memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. "(al-" A'raf: 179).

Perkembangan teknologi informasi bakal menyaksikan perubahan di dalam budaya serta metode bekerja di abad ini. Diharapkan akan lebih banyak peluang pekerjaan yang beroperasi dari rumah. Fenomena ini akan menjadi kenyataan karena didorong oleh beberapa hal. Pertama, fasilitas sistem komputasi canggih membawa ke arah kerja "kurang kertas" (paperless). Ini disebabkan karena kebanyakan formulir yang sebelumnya dicetak di atas kertas, sekarang dapat diisi di papan layar komputer saja dan ini mengurangi kebutuhan kerja meja (desk jobs). Kedua, harga sewa ruang kantor akan menjadi bertambah mahal dari waktu ke waktu. Jadi, harga sewa ruang kantor bakal menyumbang sejumlah besar biaya operasi suatu perusahaan. Dengan mengizinkan karyawan beroperasi dari rumah (untuk jenis pekerjaan tertentu) akan mengurangi biaya tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan bersangkutan. Ketiga, peningkatan biaya dan persaingan. Sejalan dengan peningkatan taraf hidup rakyat negara ini, biaya produksi atau layanan akan menjadi lebih tinggi yang bersumber dari peningkatan biaya buruh. Ini selanjutnya akan mengurangi tingkat keuntungan. Peluang untuk menaikkan harga penjualan juga terbatas karena perusahaan harus menghadapi persaingan yang sengit. Meningkatkan kemampuan teknologi di samping mengizinkan pekerja beroperasi dari rumah diharapkan dapat mengurangi biaya operasi perusahaan. Keempat, faktor sosial dan kekeluargaan akibat dari kecenderungan yang meningkat untuk membesarkan sendiri keluarga masing-masing. Ia berasal dari dua faktor utama. Pertama, masalah mendapatkan pembantu rumah yang sesuai. Rata-rata pembantu rumah impor dari negara asing dan upahnya semakin tinggi. Kedua, sesuai dengan peningkatan terhadap penghayatan Islam, lebih banyak orang yang bekerja hari ini ingin melakukan sendiri perawatan anak untuk beberapa tahun sehingga mereka melangkah ke alam persekolahan. Ini memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk menyusui sendiri di samping memberi asuhan keagamaan mulai di tingkat awal lagi. Ini akan menyebabkan negara kehilangan banyak tenaga pekerja wanita yang sebagian adalah tenaga profesional. Mereka dapat menjadi tenaga pekerja yang produktif jika diperbolehkan bekerja dari rumah, berikutnya turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi negara. Dalam hal ini, kemajuan teknologi informasi dapat memainkan peran.

Jadi, walau apa pun yang dilakukan, kita harus mengambil daya upaya untuk mendalami ilmu teknologi informasi dan komunikasi. Ini akan meningkatkan daya saing diri di dalam pasar tenaga kerja di abad ke 21 ini. Kita juga harus mengakui bahwa majikan masa kini memiliki pilihan yang luas akibat dumping lulusan yang membanjiri pasar buruh. Calon yang memiliki kelebihan akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Jika tidak Anda bakal menjadi tambahan kepada statistik graduan menganggur. Kelebihan orang berilmu memang nyata sebagaimana firman Allah swt, "Katakanlah (kepadanya);" Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? "Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna. "(az-Zumar: 9).

Di dalam gairah kita mengejar kemajuan duniawi ini, kita juga harus melengkapi diri dengan ilmu keagamaan agar menjadi manusia yang jujur ​​ketika menjalankan kehidupan. Penguasaan ilmu dunia tanpa diiringi oleh ilmu akirat adalah rendah nilainya sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari mirip bangkai dan pada siang hari mirip keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat. "(HR Ahmad). Ini ada kaitannya dengan fakta bahwa kemajuan teknologi sering diringi oleh potensi untuk terjadinya penyimpangan. Misalnya, kasus pencurian uang ATM melalui kloning kartu ATM pelanggan. Ini merupakan salah satu bukti penggunaan ilmu ke jalan yang mungkar. Rasulullah sa.w. pernah bersabda, "Orang yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat." (HR al-Baihaqi). Mudah-mudahan dengan bimbingan agama yang memadai kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut. Insya Allah.

Sumber : http://www.ikim.gov.my/index.php/ms/artikel/7107-peranan-ilmu-dan-taqwa-di-abad-ke-21
Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21 - Abad ke 21 bakal menyaksikan dunia penuh tantangan. Ini ada kaitannya dengan pergerakan ekonomi dunia menuju globalisasi serta kehadiran kemajuan teknologi informasi. Globalisasi menekankan kepada konsep perdagangan yang melampaui batasan batas geografis suatu negara. Ini berarti, perusahaan asing bebas untuk berinvestasi dan melakukan kegiatan bisnis di negara ini. Begitu juga dengan perusahaan dari Malaysia. Mereka bisa berinvestasi dan melakukan bisnis di negara lain. Fenomena ini sudah terjadi dengan perusahaan lokal mulai menjelajahi pasar negara berkembang yang lain seperti di Afrika. Dalam menghadapi tantangan ini, rakyat Malaysia harus melengkapi diri, terutama di bidang teknologi informasi, agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja lokal atau internasional.


Ini membutuhkan setiap rakyat Malaysia untuk terus berusaha meningkatkan tingkat ilmu yang dimilikki. Sebagai seorang manusia kita selalu dibayangi dengan sifat serba kekurangan. Ini termasuk penguasaan ilmu. Hanya Allah s.w.t. saja yang serba mengetahui sebagai mana firmanNya, "Sesungguhnya Allah mengetahui setiap sesuatu." (al-Ankabut: 62). Jadi, proses peguasaan ilmu tidak ada habisnya bagi seorang manusia. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Dua hal yang tidak memuaskan yaitu menuntut ilmu dan menuntut dunia." (HR Ibnu 'Addi). Rasulullah s.a.w. juga ada bersabda tentang perihal pentingnya ilmu kepada manusia, "Barangsiapa yang menghendaki dunia, hendaklan berilmu. Siapa yang menghendaki akhirat, harus berilmu dan siapa yang menghendaki keduanya, harus berilmu. "Sesungguhnya orang-orang yang berilmu memiliki posisi yang tinggi sebagai mana firman Allah saw," Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (dari kalangan kamu) - beberapa derajat. "(al-Mujadalah: 11). Perlu dipahami bahwa ilmu agama dalam Islam mencakup semua ilmu yang membawa kepada kebaikan dan tidak selalu terbatas pada bidang yang terkait dengan keagamaan saja. Bagi orang-orang yang tidak mau belajar, Allah swt menunjukkan kemurkaanNya melalui ayat berikut, "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang memiliki hati (tetapi) tidak ingin memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (bukti keesaan Allah) dan memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai. "(al-" A'raf: 179).

Perkembangan teknologi informasi bakal menyaksikan perubahan di dalam budaya serta metode bekerja di abad ini. Diharapkan akan lebih banyak peluang pekerjaan yang beroperasi dari rumah. Fenomena ini akan menjadi kenyataan karena didorong oleh beberapa hal. Pertama, fasilitas sistem komputasi canggih membawa ke arah kerja "kurang kertas" (paperless). Ini disebabkan karena kebanyakan formulir yang sebelumnya dicetak di atas kertas, sekarang dapat diisi di papan layar komputer saja dan ini mengurangi kebutuhan kerja meja (desk jobs). Kedua, harga sewa ruang kantor akan menjadi bertambah mahal dari waktu ke waktu. Jadi, harga sewa ruang kantor bakal menyumbang sejumlah besar biaya operasi suatu perusahaan. Dengan mengizinkan karyawan beroperasi dari rumah (untuk jenis pekerjaan tertentu) akan mengurangi biaya tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan bersangkutan. Ketiga, peningkatan biaya dan persaingan. Sejalan dengan peningkatan taraf hidup rakyat negara ini, biaya produksi atau layanan akan menjadi lebih tinggi yang bersumber dari peningkatan biaya buruh. Ini selanjutnya akan mengurangi tingkat keuntungan. Peluang untuk menaikkan harga penjualan juga terbatas karena perusahaan harus menghadapi persaingan yang sengit. Meningkatkan kemampuan teknologi di samping mengizinkan pekerja beroperasi dari rumah diharapkan dapat mengurangi biaya operasi perusahaan. Keempat, faktor sosial dan kekeluargaan akibat dari kecenderungan yang meningkat untuk membesarkan sendiri keluarga masing-masing. Ia berasal dari dua faktor utama. Pertama, masalah mendapatkan pembantu rumah yang sesuai. Rata-rata pembantu rumah impor dari negara asing dan upahnya semakin tinggi. Kedua, sesuai dengan peningkatan terhadap penghayatan Islam, lebih banyak orang yang bekerja hari ini ingin melakukan sendiri perawatan anak untuk beberapa tahun sehingga mereka melangkah ke alam persekolahan. Ini memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk menyusui sendiri di samping memberi asuhan keagamaan mulai di tingkat awal lagi. Ini akan menyebabkan negara kehilangan banyak tenaga pekerja wanita yang sebagian adalah tenaga profesional. Mereka dapat menjadi tenaga pekerja yang produktif jika diperbolehkan bekerja dari rumah, berikutnya turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi negara. Dalam hal ini, kemajuan teknologi informasi dapat memainkan peran.

Jadi, walau apa pun yang dilakukan, kita harus mengambil daya upaya untuk mendalami ilmu teknologi informasi dan komunikasi. Ini akan meningkatkan daya saing diri di dalam pasar tenaga kerja di abad ke 21 ini. Kita juga harus mengakui bahwa majikan masa kini memiliki pilihan yang luas akibat dumping lulusan yang membanjiri pasar buruh. Calon yang memiliki kelebihan akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Jika tidak Anda bakal menjadi tambahan kepada statistik graduan menganggur. Kelebihan orang berilmu memang nyata sebagaimana firman Allah swt, "Katakanlah (kepadanya);" Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? "Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna. "(az-Zumar: 9).

Di dalam gairah kita mengejar kemajuan duniawi ini, kita juga harus melengkapi diri dengan ilmu keagamaan agar menjadi manusia yang jujur ​​ketika menjalankan kehidupan. Penguasaan ilmu dunia tanpa diiringi oleh ilmu akirat adalah rendah nilainya sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya Allah membenci orang yang berhati kasar (kejam dan keras), sombong, angkuh, bersuara keras di pasar-pasar (tempat umum) pada malam hari mirip bangkai dan pada siang hari mirip keledai, mengetahui urusan-urusan dunia tetapi jahil (bodoh dan tidak mengetahui) urusan akhirat. "(HR Ahmad). Ini ada kaitannya dengan fakta bahwa kemajuan teknologi sering diringi oleh potensi untuk terjadinya penyimpangan. Misalnya, kasus pencurian uang ATM melalui kloning kartu ATM pelanggan. Ini merupakan salah satu bukti penggunaan ilmu ke jalan yang mungkar. Rasulullah sa.w. pernah bersabda, "Orang yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat." (HR al-Baihaqi). Mudah-mudahan dengan bimbingan agama yang memadai kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut. Insya Allah.

Sumber : http://www.ikim.gov.my/index.php/ms/artikel/7107-peranan-ilmu-dan-taqwa-di-abad-ke-21


Demikianlah Artikel Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21

Sekian artikel Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21 dengan alamat link http://www.dunia-mulyadi.com/2015/03/peranan-ilmu-dan-taqwa-di-abad-ke-21.html

0 Response to "Peranan Ilmu dan Taqwa di Abad ke 21"

Post a Comment

Terimakasih atas Kunjungannya serta Komentarnya.....Jangan Lupa Like and Sharenya Thanks......